Menconteng hati yang luka
Menggores dan menggores
Agar tiada lagi ruang
Untuk menambah pedih
Agar tiada lagi isi yang boleh ditoreh
Agar yang aku rasa
hanya siksa dan sakit
Di celah-celah rasa
kebas yang menggigit
Saturday, January 18, 2014
Catatan luka
Salam ukhuwwah
Pantunku ini pemula bicara
hijau kusangka daun
Keli kusangka haruan
Hilang rindu bertahun
Dapat bertemu sahabat sehaluan
Tenang airnya kolam puteri
Tempat sang bunian singgah mandi
8805 nombor diberi
Tak sangka signifikannya hingga kini
Windchimes in the wind
I sit and look
at the windchimes in the wind
Oh how my heart felt
So peaceful and serene
Sang camar
Kantuk mengetuk kamar
Lalu lena menyapa mata
Tidurlah wahai sang camar
Esok kibas-kibaskan sayapmu
Terbanglah semula
Sungai masa...
Sungai masa
Maju ke muara
Sungai waktu
Mengalir laju
Tanpa menunggu
Suatupun yang lalu
Monday, December 30, 2013
Letting go of TKC
...others r going to walk that cobbled path,
dribble on that court,
cheer on those fields,
learn in those memorable classes
sleep in OUR cozy dorms
eat in the dining halls
sing and get lectured in the hall
and mostly hugging, giggling and monkeying around
also crying happy and homesick tears together
Senduduk...
Senduduk ungu
Rawan hatiku
Hanya Dia yang tahu
Kuning sang dahlia
Cepatlah ia
Kembali ceria